Sampai Kapan Batas Waktu Sholat Dhuha? Ini Penjelasannya

Sholat dhuha dilakukan ketika matahari sedang terbit sampai menjelang waktu zuhur. Anjuran tersebut termaktub dalam suatu hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah:

“Aku telah diberi tiga pesan oleh kekasihku, Rasulullah. Aku tidak pernah meninggalkan tiga hal itu sampai aku dipanggil oleh Yang Mahakuasa: (1) puasa tiga hari pada setiap bulan; (2) sholat dhuha; (3) sholat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak ada ketentuan mengenai jumlah rakaat shoat dhuha. Beberapa hadits menyebutkan bahwa Rasulullah mengerjakannya dengan rakaat yang berbeda-beda. Batasan minimalnya dilakukan sebanyak dua rakaat. Sedangkan, mayoritas ulama menyebutkan batas maksimal rakaat sholat dhuha adalah delapan rakaat.

Hal tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ummu Hani, “Rasulullah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata cara sholat dhuha sama seperti sholat pada umumnya, hanya saja waktu pelaksanaan dan niatnya berbeda. Selain itu, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Asy Syams, sementara pada rakaat kedua yang dibaca adalah surat Ad Dhuha.

Adapun bacaan niat sholat dhuha, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuha rak'ataini lillaahi ta'alaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua raka'at, karena Allah ta'ala.”

Seperti yang disebutkan, sholat dhuha dapat dilakukan hingga menjelang waktu zuhur. Namun, sampai kapan tepatnya batas waktu sholat dhuha? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Batas Waktu Sholat Dhuha

Mengutip buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah oleh Ustadz Arif Rahman, waktu mengerjakan sholat dhuha dimulai pada saat matahari mulai naik setinggi satu tombak, kira-kira lima belas menit setelah terbit.

Dengan kata lain, sholat dhuha dilaksanakan ketika matahari masih berada di sisi timur dan menyinari kira-kira seperempat langit. Sedangkan, batas waktu sholat dhuha adalah masuknya waktu Zuhur.

Diriwayatkan dari Ali, ia menuturkan, “Rasulullah mengerjakan sholat dhuha dengan enam rakaat pada dua waktu, (1) ketika matahari terbit kira-kira lima belas menit, Nabi sholat dua rakaat; (2) ketika matahari bersinar penuh menghiasi seperempat langit dan masih berada pada sisi timur, Nabi sholat empat rakaat.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Di samping itu, menurut buku Shalat Subuh dan Shalat Dhuha oleh Muhammad Khalid, waktu yang paling utama untuk menunaikan sholat dhuha adalah ketika terik matahari semakin menyengat. Namun, agar lebih aman, sholat dhuha sebaiknya dilaksanakan hingga kurang dari seperempat jam sebelum waktu sholat Zuhur tiba.

 Baca Juga Doa Sholat Dhuha