Waktu Sholat Dhuha yang Dianjurkan, Berikut Doa dan Keutamaannya

Selain ibadah sholat wajib 5 waktu, kita juga bisa mengerjakan ibadah sholat sunnah sebagai tambahan amalan. Ibadah sholat sunnah ini boleh dikerjakan dan boleh juga tidak. Jika dikerjakan akan mendapat kebaikan, dan jika dilewatkan tidak akan berdosa. Tapi tentunya akan sayang jika kita melewatkan kesempatan untuk menambah pahala melalui ibadah sunnah ini.

Ini karena setiap sholat sunnah memiliki manfaat dan keutamaan tersendiri bagi manusia. Dan salah satu ibadah sholat sunnah yang manfaat yang luar biasa adalah sholat dhuha.

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dikerjakan minimal dua rakaat pada waktu di mana ketika matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbit, sampai waktu zuhur tiba. Namun, waktu sholat dhuha ini terkadang masih membuat beberapa orang bingung.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui waktu sholat dhuha yang benar agar dapat lebih termotivasi dan optimal dalam menjalankan ibadah sunnah ini. Berikut ini akan kami sampaikan penjelasan mengenai waktu sholat dhuha beserta dengan doa yang bisa dipanjatkan setelah selesai sholat dan juga keutamaannya.

Waktu Sholat Dhuha

Masih ada sebagian orang yang masih bingung dengan waktu sholat dhuha, baik itu waktu awalnya atau pun waktu akhirnya. Dilansir dari rumaysho.com, waktu sholat dhuha dibagi menjadi tiga waktu, yaitu:

Awal Waktu

Waktu sholat dhuha di awal waktu disebutkan setelah matahari terbit dan meninggi. Hal ini dijelaskan dalam hadis dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat, yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah)

Akhir Waktu

Waktu sholat dhuha di akhir waktu yaitu dekat dengan waktu zawal, yaitu waktu tergelincirnya matahari ke barat.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat)”.

Waktu Terbaik

Sedangkan waktu sholat dhuha yang terbaik atau yang utama adalah di akhir waktu, di mana keadaan yang semakin panas. Hal ini dijelaskan dalam hadis berikut,

“Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim).

Imam Nawawi mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” (Syarh Shahih Muslim).

Doa Setelah Shalat Dhuha

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah SAW selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan,

“Allohummaghfir-lii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohiim (artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali.” (HR. Bukhari).

Kemudian ada doa sesudah sholat dhuha yang biasa dibaca yaitu,

Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa sesudah sholat dhuha ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, dan tidak dikatakan sebagai hadis.

Keutamaan Sholat Dhuha

Pengganti Sedekah

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim).

Dicukupi Urusan di Akhir Siang

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, Ad Darimi).

Mendapat Pahala Haji dan Umrah

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi).

Dibuatkan Istana di Surga

Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis pernah bersabda,

"Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Diampuni Dosanya

Salah satu hadis Rasulullah berbunyi yang artinya,

"Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR. Tirmidzi).

Baca juga Niat Sholat Tahajud