Waktu Yang Tepat Untuk Sholat Dhuha

Pada pukul tersebut maka sudah boleh, karena waktu tersebut matahari sudah mulai meninggi

Sedangkan menurut ulama ahli fiqh, Dhuha artinya

ما بين ارتفاع الشمس إلى زوالها

”Waktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/221).

Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: [1] ketika matahari terbit sampai tinggi, [2] ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan [3] ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926).

Setelah lewat waktu terlarang maka sudah boleh untuk sholat dhuha.

Sebagian ulama syafi’iyah lainnya termasuk imam nawawi berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak (sekitar 10-15 menit setelah matahari terbit) . Pendapat ini ditegaskan juga oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah,.